Pesona Kebaya Indonesia Mengharumkan Nama Bangsa: Mari Meriahkan Hari Kebaya Nasional 2026 di Lapangan Benteng Medan

Medan

Wantaranews.com – Medan– Sebagai wujud kecintaan terhadap warisan leluhur dan upaya mempererat persatuan, Hari Kebaya Nasional Tahun 2026 akan digelar meriah di Kota Medan. Mengusung semangat memperkenalkan kebudayaan Indonesia ke mata dunia, peringatan ini diharapkan dapat menjadi momen penting untuk menjaga dan melestarikan identitas bangsa.

Bunda Indah, Pembina Perempuan Indonesia Maju sekaligus Pengurus KOWANI dan Pembina Berkebaya Pusat, menyampaikan bahwa penetapan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya bukan tanpa makna. Menurutnya, perayaan ini bertujuan agar masyarakat memahami asal-usul dan nilai luhur yang terkandung dalam penggunaan kebaya.

“Setiap tanggal 24 Juli kita rayakan Hari Kebaya untuk terus memperkenalkan jati diri budaya Indonesia yang merupakan warisan leluhur. Kita ingin memberikan gambaran jelas kepada bangsa, khususnya kaum perempuan, mengapa kebaya begitu istimewa. Pakaian ini telah ada sejak zaman dahulu dan terus berkembang hingga kini, menjadi bukti kelanjutan perjuangan dan kekayaan budaya kita,” ujarnya di Istana Maimun, Jumat (17/7).

Untuk penyelenggaraan tahun ini, May Aritonang, Ketua DPC Perempuan Indonesia Maju, ditunjuk sebagai penyelenggara sekaligus Ketua Panitia Peringatan Hari Kebaya Nasional 2026 di Medan, Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu, Bunda Indah mengajak seluruh masyarakat dan kaum perempuan di Sumatera Utara untuk hadir memeriahkan acara tersebut. Kegiatan puncak akan dilaksanakan pada Jumat, 24 Juli 2026 pukul 07.00 WIB bertempat di Lapangan Benteng, Kota Medan. Rangkaian utamanya adalah Parade Berkebaya yang dihadiri oleh berbagai organisasi perempuan se-Sumatera Utara.

Tak hanya soal budaya, kegiatan ini juga mendukung penguatan ekonomi lokal. “Kami sediakan tempat pameran atau booth secara cuma-cuma bagi pelaku UMKM. Harapannya, ini bisa mendongkrak perekonomian rakyat sekaligus menjadikan produk unggulan Sumatera Utara semakin dikenal. Provinsi kita selalu ingin tampil terdepan dalam melestarikan budaya ini,” tambahnya.

Sementara itu, May Aritonang selaku Ketua Panitia menegaskan bahwa persiapan acara berjalan lancar. “Kita semua memiliki tujuan yang sama: menjaga warisan budaya bangsa dan mempererat tali persatuan antarperempuan Indonesia,” katanya.

Peringatan ini turut didukung oleh Pemprov Sumut, Polda Sumut, KODAERAL I, Jalasenastri Armada (DJA) I, PERSIT KCK PD I/Bukit Barisan, KOWANI dan berbagai elemen organisasi, antara lain Maya Zaimitha selaku Ketua PIM Sumut dan Koordinator Penyelenggara Nasional, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sumut, Puja Kesuma Sumut, Pesantren Al Akbar, Generasi Emas Muslimah Indonesia (GEMI) Sumut, PB IKA YPNU, Kongres Advokat Indonesia, KAUKUS Sumut, PUAN Sumut, Majelis Taklim MBSC Soleha, serta sejumlah organisasi perempuan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *