Jalan Dibuka, Isolasi Runtuh: TMMD 128 Mengubah Nasib Pasar Rawa

Langkat

Wantaranews.com – Langkat – Pagi di Desa Pasar Rawa tak lagi sama. Jalan yang dulu lengket oleh lumpur kini mulai mengeras. Roda-roda tak lagi terjebak. Orang-orang tak lagi menunggu cuaca bersahabat hanya untuk keluar kampung.

Di sanalah Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat bekerja—diam-diam tapi pasti, mengubah garis nasib sebuah desa.

Selama bertahun-tahun, Pasar Rawa seperti terputus dari dunia luar. Akses terbatas membuat hasil pertanian tersendat, biaya angkut membengkak, dan waktu terbuang di jalan yang nyaris tak layak disebut jalan.

Kini, perlahan, keadaan itu retak.

Prajurit TNI bersama Polri dan warga setempat menembus medan yang tak ramah. Terik matahari menyengat, hujan turun tanpa aba-aba. Tapi pekerjaan tak berhenti. Tanah diratakan, batu disusun, jalan diperlebar—semua dikerjakan dengan ritme yang nyaris tanpa jeda.

Sepanjang 1,5 kilometer jalan dipadatkan, lebarnya mencapai 4 meter. Bukan proyek besar di atas kertas. Tapi bagi warga, ini lompatan besar dalam kehidupan sehari-hari.

“TMMD ini bukan sekadar membangun jalan, tapi mempercepat pembangunan wilayah,” kata Dansatgas TMMD 128, Letkol Inf Medwin Sangkakala.

Kalimat itu mungkin terdengar formal. Tapi di lapangan, maknanya terasa nyata.

Jalan baru itu kini mulai dilalui. Petani membawa hasil panen tanpa harus khawatir terjebak lumpur. Anak-anak sekolah tak lagi berangkat dengan sepatu kotor. Aktivitas ekonomi yang dulu tersendat kini bergerak lebih lancar.

Program TMMD yang berlangsung selama sebulan ini melibatkan banyak pihak—TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Gotong royong bukan sekadar jargon; ia hadir dalam keringat yang jatuh di setiap jengkal tanah yang dibangun.“Setiap usaha adalah doa agar jalan ini jadi penghubung kesejahteraan warga,” ujar Medwin.

Di Pasar Rawa, jalan itu kini bukan hanya infrastruktur. Ia adalah penanda perubahan.Dari desa yang nyaris terisolasi, menjadi desa yang mulai terhubung. Dari keterbatasan, menuju kemungkinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *