Wantaranews.com – Medan – Banyaknya kabel telkom dan Internet yang merusak pemandangan mata, dimana kabel kurang ditata rapi dan banyak bergelantungan mengurangi estetika sehingga kota menjadi kelihatan kumuh.
Untuk mengatasi masalah tersebut Pemkot Medan memberi kepercayaan kepada PT. Mandiri Daya Utama Nusantara, untuk membenahi masalah tersebut.
Sangat disayangkan sepertinya proyek relokasi kabel udara ke bawah tanah (SJUT – Sarana Jaringan Utilitas Terpadu) di area Jl. Gaperta – Jl. Kapten Muslim, Medan ini memang sedang dalam kondisi yang sangat mengganggu kenyamanan pemakai jalan /publik.
Penggalian terlihat amburadul, dimana tumpukan tanah yang tidak rapi, lubang yang dibiarkan terbuka, dan karung-karung material yang berserakan di trotoar.
Manajemen Proyek yang buruk menunjukkan galian dan pipa conduit (warna oranye) yang menyembul tanpa pengamanan yang layak. Ini sangat berbahaya bagi pejalan kaki, terutama di malam hari atau saat hujan.
Sewaktu dikonfirmasi kepada pengawas lapangan Bang Antam melalui nomor WA nya pada tgl 19.01.26, mengenai proyek piber optik yg dijalan gaperta, malah mengalihkan kepada orang lain, seakan akan melempar tanggung jawab sebagai pengawas proyek.
Kurangnya kebersihan menyebabkan trotoar dan bahu jalan tertutup material galian, yang memaksa pejalan kaki turun ke badan jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan serta kemacetan.
Pengurasan air dalam galian yang dibuang langsung ke parit, menyebabkan bertambahnya material tanah kedalam parit, sehingga membuat parit tersumbat.
Idealnya, penggalian utilitas harus menggunakan metode yang minim dampak atau setidaknya manajemen pembersihan yang cepat.
Namun, kenyataannya seringkali, Metode Open Cut (Gali Terbuka) paling murah, tapi paling merusak permukaan jalan dan trotoar.
Kontraktor seringkali tidak memiliki peta akurat posisi pipa air atau gas di bawah tanah, sehingga sering terjadi kebocoran saat penggalian dimulai.
Pengawasan lemah dari Pemerintahan setempat (Camat dan Kelurahan) dan kurangnya sanksi tegas dari pemerintah kota (Pemko) terhadap kontraktor yang tidak segera merapikan sisa galian.
Diminta Camat dan Lurah untuk berperan lebih aktif lagi, dalam pengawasan proyek yang ada di daerah yang mereka pimpin.
Jika kondisi ini sudah sangat membahayakan atau memutus layanan air/listrik dan gas dalam waktu lama, masyarakat bisa melaporkannya melalui kanal resmi agar segera ditindaklanjuti oleh Pemko Medan: Aplikasi Medan Rumah Kita: Kanal resmi pengaduan warga Kota Medan. Media Sosial: Tag akun resmi @pemko.medan atau @bobbynst (Gubernur Medan) di Instagram/X dengan menyertakan lokasi spesifik, karena biasanya respons melalui media sosial cukup cepat untuk kasus infrastruktur.
