Wantaranews.com – Langkat – Jam terus berputar berdetak menunggu waktu berakhirnya kegiatan TMMD 128 Kod 0203/Lkt. Sehari menjelang penutupan TMMD ke-128, personel Kodim 0203/Langkat memeras keringat terakhir di sisa waktu 24 jam. Sebuah ikhtiar spartan menyelamatkan warga Desa Pasar Rawa dari jerat krisis air bersih menahun.
Jam dinding di posko taktis terus berdetak, dan bagi para prajurit berpakaian loreng itu, setiap detiknya kini terasa seperti taruhan harga diri. Hanya tersisa satu hari—24 jam terakhir—sebelum program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 resmi ditutup esok hari.
Di tengah batas waktu yang kian mencekik leher, ritme kerja di lokasi pembangunan fasilitas air bersih dan MCK di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, justru meledak dalam kegaduhan yang produktif.
Di bawah sengatan matahari pesisir yang terkenal membakar kulit, baju-baju loreng para prajurit tampak basah kuyup, legam oleh peluh yang bercampur debu tanah rawa. Suara bising alat pertukangan dan pekik komando bersahut-sahutan dengan deru angin laut.
Fase ini bukan lagi soal membangun, melainkan menyempurnakan. Semen-semen terakhir dipoles, instalasi listrik pompa dipastikan aman, dan keran-keran air diuji coba satu per satu. Di area MCK, aroma cat basah menguar di udara, menandakan dinding-dinding pembatas kini telah berdiri kokoh dan rapi.
Warga terpaksa berkompromi dengan keadaan: mengonsumsi air seadanya dengan kualitas buruk atau merogoh kocek lebih dalam demi jeriken-jeriken air bersih.
Ironi menahun itulah yang coba dipatahkan oleh Kodim 0203/Langkat. Lewat kucuran keringat para prajuritnya, mereka mengambil langkah konkret menyasar urat nadi kebutuhan dasar warga: membangun instalasi sumur bor air bersih dan bilik-bilik Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang layak.
Menariknya, penyediaan fasilitas dasar ini dirancang agar menyentuh seluruh sendi kehidupan komunal desa. Satgas TMMD tidak hanya memusatkan pembangunan sumur bor di depan rumah-rumah warga untuk kebutuhan domestik harian. Titik-titik publik pun ikut dirombak total.
Fasilitas umum seperti Pos Kamling kini telah dilengkapi dengan infrastruktur MCK dan sumur bor baru guna menunjang aktivitas ronda yang higienis. Tak luput, Mushola desa—pusat spiritual warga—kini juga dipasangi fasilitas serupa, menjamin aliran air bersih selalu siap menyucikan para jemaah yang hendak beribadah.
“Hari ini adalah pembuktian komitmen kami. Kami mengejar tenggat 24 jam ini dengan totalitas tanpa sedikit pun mengurangi mutu,” ujar Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0203/Langkat, Kapten Inf Supriadi, dengan raut wajah letih namun memancarkan optimisme tinggi.
Urgensi proyek di sisa waktu kritis ini pula yang menggerakkan warga lokal untuk menolak menjadi penonton pasif. Sinergi di atas tanah gersang itu mencapai titik tertingginya hari ini. Warga desa—dari yang muda hingga tetua—tumpah ruah ke lokasi. Mereka bahu-membahu dengan tentara menyapu sisa-sisa material, mengangkut puing, dan merapikan lanskap sekitar bangunan.
Bagi Desa Pasar Rawa, esok hari bukan sekadar seremoni seragam upacara militer dan penandatanganan prasasti di atas kertas. Esok adalah hari kemerdekaan yang sesungguhnya. Ketika sirine tanda penutupan TMMD berbunyi, gemercik air bersih dari sumur-sumur bor baru itu akan menjadi jawaban mutlak yang menyudahi dongeng pilu tentang asinnya air payau yang telah membelenggu mereka selama bergenerasi—sebuah hadiah perpisahan yang manis, yang lahir dari ketulusan keringat seragam loreng.
