Laporan Lapangan: Pacu Trail Jenderal Yanto di Pelosok Langkat

Langkat

Wantaranews.com – Langkat – Debu cokelat pekat mengepul saat ban motor trail yang ditunggangi Brigjen TNI Yanto Reinald Nainggolan melibas jalan tanah di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Langkat.

Di bawah sengatan matahari pesisir Sumatera Utara yang mencapai 34 derajat Celcius, Jenderal bintang satu itu tak sedang melakukan simulasi tempur.

Ia sedang mengejar tenggat proyek infrastruktur yang selama puluhan tahun hanya menjadi mimpi bagi warga Dusun I, II, dan III, Desa Pasar Rawa, Gebang, Langkat.

“TMMD bukan sekadar urusan semen dan batu. Ini soal bagaimana negara hadir di titik paling sunyi,” ujar Yanto, yang menjabat Pa Sahli Tk. II Kasad Bidang Ideologi, saat ditemui wartawan di lokasi pembangunan jembatan, semalam (12/05/2026).

Membelah Isolasi di ‘Desa Rawa’

Selama ini, Desa Pasar Rawa ibarat jantung yang tersumbat. Akses antar-dusun hanya berupa jalan setapak yang berubah menjadi kubangan saat hujan tiba. Namun, dalam operasi lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 ini, Kodim 0203/Langkat melakukan “operasi bedah” besar-besaran.

Data yang dihimpun wartawan menunjukkan, sebanyak 1.500 meter jalan dengan lebar 4 meter kini tengah dikeraskan. Proyek ini menjadi tulang punggung dari 20 sasaran fisik yang dikebut dalam waktu kurang dari sebulan.

Daftar progres yang dipantau Tim Wasev meliputi:

Infrastruktur Vital: Pembangunan jembatan 6×4 meter dan pemasangan gorong-gorong di dua titik strategis untuk mencegah banjir tahunan.

Sanitasi Darurat: Lima titik sumur bor dan MCK sedang difinalisasi untuk memutus ketergantungan warga pada air sungai yang tidak layak.

Rehabilitasi Sosial: Lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dipugar total. Salah satunya milik Ibu Rida Wahyuni Rao, yang sebelumnya harus pasrah saat atap rumahnya bocor setiap musim penghujan.

Sinergi atau Sekadar Seremoni?

Kritik mengenai keberlanjutan proyek militer di desa seringkali muncul: setelah TNI pergi, apakah bangunan akan terawat? Menjawab keraguan itu, Brigjen Yanto memberikan instruksi tegas kepada Dansatgas.

“Masyarakat harus punya rasa memiliki. Saya minta Pemkab juga jangan lepas tangan,” tegas alumnus pendidikan tinggi ilmu politik itu.

Gayung bersambut. Wakil Bupati Langkat yang mendampingi rombongan menyatakan komitmennya di depan awak media.

Ia menjanjikan bahwa jalan sepanjang 1,5 kilometer yang dibuka TNI ini akan masuk dalam rencana pengaspalan (peningkatan jalan) pada tahun anggaran mendatang.

“Kami siap bersinergi, ini baru permulaan,” kata sang Wakil Bupati. Misi di Luar Beton Letkol Inf Medwin Sangkakala, Dansatgas TMMD 128, mengungkapkan bahwa pasukannya juga bermain di ranah “perang saraf” melawan kemiskinan dan kebodohan.

Selain fisik, mereka menggelar penyuluhan hukum hingga bahaya narkoba.

Bahkan, isu stunting yang menjadi momok nasional ikut disisipkan. Sebanyak 100 paket makanan tambahan dibagikan kepada keluarga terdampak.

“Kami ingin saat penutupan nanti, tidak ada satu pun sasaran yang meleset dari target,” ujar Medwin optimistis.

Kini, warga Desa Pasar Rawa menanti garis finis. Bagi mereka, deru motor trail Jenderal Yanto pekan lalu adalah bunyi lonceng perubahan yang sudah lama mereka nantikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *