Wantaranews.com-Parapat – Kabid Humas Poldasu Kombes Pol.Dr.Ferry Walintukan begitu menerima laporan pengaduan masyarakat melalui telepon dinasnya mobil mau ditarik paksa Tim Debt Collector dari ACC beralamat dikawasan Jalan H.Adam Malik Medan menyarankan kepada korban agar segera meminta bantuan hukum ke Polsek terdekat.
Berkat bantuan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol.Dr. Ferry Walintukan korban diketahui bernama Bahri (32) warga Medan segera melarikan mobil yang mau ditarik paksa ditengah jalan tim debet collector diketahui bernama Marudut Nainggolan CS dari PT.ACC ke Polsek Parapat sesuai arahan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol.Dr.Ferry Walintukan.
Setibanya di Polsekta Parapat Bahri didampingi orang tuanya Udin beserta keluarga lainnya menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya.
Dalam laporan Bahri kepada petugas dihadapan Kanit Reskrim Polsek Parapat AKP Girsang Sinaga menceritakan awalnya dia beserta keluarga berangkat dari Medan menuju Sibolga untuk menghadiri pesta keluarganya.usai pesta Bahri dan keluarganya kembali ke Medan.
Sewaktu di kawasan Balige Bahri dan keluarga turun sejenak istirahat disalah satu Mesjid sekaligus melaksanakan sholat Zuhur. Usai sholat Zuhur Bahri kembali ke mobil ketika mobil mau dijalankan. Datang dua pria badan tegap menyarakan apakah bapak atas nama Ricardo pemilik mobil ini dijawab Bahri bukan saya bernama Bahri dan saya tidak mengenal Ricardo.
Bahri disuruh turun dari mobil namun Bahri tidak mengindahkan perintah kedua pria mengaku dari debt collector tersebut apalagi orang tua Bahri ( pak Udin ) menyuruh Bahri segera jalankan mobil jangan indahkan ucapan kedua orang ini takutnya kedua orang ini mau merampok mobil kita ujar Udin kepada Bahri.
Karena tidak mau disuruh turun salah seorang debt collector berusaha mencabut kunci kontak mobil namun dihalangi Bahri sambil menutup kaca pintu depan sekaligus membawa mobil menuju arah kantor polisi terdekat sesuai intruksi Kabid Humas Poldasu.
Mengetahui mobil yang mau ditarik paksa melarikan diri secara tiba tiba dua mobil lainnya teman debt collector tersebut berusaha menghalang halangi jalan mobil dikemudikan Bahri. Satu mobil di depan dua mobil lain ya di belakang tepat dibelakang mobil Bahri.
Karena terus dipepet Bahri berusaha menghindari kemudian mengalihkan mobilnya masuk ke Polsek Parapat sekaligus meminta bantuan kepada polisi yang ada di Polsek Parapat.
Keberanian penarikan paksa mobil ditengah jalan oleh debt collector di Sumut dialami keluarga Udin saat mereka sedang merental satu unit mobil tujuan dari Medan menuju kampung halamannya di Kota Sibolga daerah Sorkam ketika kembali dari kampungnya di kota Sibolga mobil dikendaraan Udin beserta keluarganya (istri beserta anak dan menantu serta cucunya) saat hendak istrihat disalah satu mesjid yang ada diwilayah Balige ketika hendak keluar dari mesjid secara tiba tiba datang dua pria berbadan tegap dan berisi mengaku dari debt collector ACC beralamat di kawasan Jalan H.Adam Malik Medan berusaha mau mengambil paksa mobil yang dirental Udin beserta keluarga dengan alasan anak Udin disuruh turun dari dalam mobil untuk mencek plat polisi ( BK ) serta nomor mesinnya.
Takut terjadi hal hal tidak diingini keluarga Udin.meminta bantuan kepada Kabid Humas Poldasu Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan melalui telepon seluler ( HP ).
Menerima laporan adanya salah seorang warga menelepon sekaligus meminta bantuan kepada pihak kepolisian melalui Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Dr.Ferry Walintukan menyarakan agar aman dari aksi menarik paksa mobil ditengah jalan warga yang meminta bantuan kepada Kabid Humas Poldasu disarankan cari Polsek terdekat buat laporan. Ke Polsek minta perlindungan hukum.
Karena terus dikejar kejar tim debt collector mengendarai tiga mobil berisi tujuh orang dua diantaranya diduga oknum TNI dan Oknum Polri dan satu lagi mengaku dari oknum LSM Penjara.
Bahri berusaha melarikan mobil masuk ke Polsek Parapat setibanya di Polsek Parapat Udin beserta keluarganya meminta perlindungan hukum ke Polsek Parapat sesuai arahan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Dr.Ferry Walintukan diterima Kanit Reskrim Polsek Parapat AKP Girsang Sinaga.
Kepada Kanit Reskrim Polsek Parapat AKP Girsang Sinaga diceritakan Bahri beserta Udin kronologis kejadiannya. Demi keamanan mobil agar tidak ditarik paksa tim debt collector mobil dititipkan Udin beserta keluarganya ke Polsekta Parapat sementara tujuh oknum debt collector dua diantaranya diduga oknum berusaha menghindar saat dikumpulkan di Mako Polsekta Parapat sementara tiga oknum debt collector lainnya berada di Polsek Parapat untuk dimintai keterangan.
Karena hari sudah menjelang malam Udin beserta keluarganya kembali ke Medan menggunakan mobil rental lainnya sementara mobil yang dirental di Medan dititipkan di Polsek Parapat agar terhindar dari penarikan paksa tim debt collector Marudut Nainggolan dari ACC beralamat di Jalan H. Adam Malik Medan.
